Komitmen Telkomsel Mendukung Pelaku Industri Kreatif Indonesia
Industri Kreatif yang begitu menggema beberapa tahun terakhir, cukup mendapat perhatian baik dari pemerintah maupun para pelaku bisnis. Sisi strategisnya yang mengandalkan human capital sebagai lokomotif usaha telah mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit, baik itu dari segi finansial maupun ketahanan ekonomi. Human capital yang dimaksud antara lain kreativitas berpikir, skill, dan bakat atau talenta yang dapat diasah untuk menciptakan modal dan lahan kerja baru yang dapat dimanfaatkan oleh generasi yang akan datang dan hasil kekayaan intelektualnya dapat dieksploitasi (Bayu Aditya Nugraha, detik.com/11 Maret 2009).
Banyak pengamat ekonomi telah mengakui industri kreatif merupakan salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan di tengah krisis keuangan global, khususnya ketika krisis finansial hebat yang menghantam Amerika Serikat pada tahun 2008-2009 yang lalu. Industri kreatif pun dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru yang cukup signifikan sehingga mampu menekan angka pengangguran di Indonesia yang pada tahun 2007 saja telah mencapai angka 10,22 juta orang (Kompas, 7 September 2007). Maka, tidak heran jika pemerintah, melalui Departemen Perindustrian pada tahun 2009, pun meyambut kehadiran industri kreatif ini dengan memberikan iklim industri yang mendukung. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan kebijakan pengurangan pajak (double deduction tax) bagi para pelaku industri kreatif nasional. Beberapa pelaku bisnis besar pun, mulai tertarik berkontribusi dalam mengembangkan industi kreatif baik itu dari BUMN maupun pelaku bisnis swasta.
Tak terkecuali Telkomsel, sebagai pelaku industri seluler terbesar di Indonesia. Salah satu bentuk sumbangsih Telkomsel bagi industri kreatif di Indonesia adalah dengan memberikan layanan yang memuaskan bagi para pelanggan, terutama bagi mereka yang juga berkembang di industri kreatif. Salah satu ciri khas dan tantangan terbesar bagi pelaku industri kreatif adalah mampu menghadirkan inovasi produk yang mutakhir, bermanfaat, dan dapat diakses dengan cepat. Disinilah letak strategisnya pola komunikasi yang dibangun oleh para pelaku industri kreatif dengan konsumen yang mereka layani. Konsumen akan merasa puas, jika apa yang mereka dapatkan sesuai dengan apa yang mereka perlukan dan dapat diperoleh dengan cepat. Untuk memfasilitasi hal ini, Telkomsel telah menghadirkan berbagai bentuk inovasi seluler yang luar biasa sehingga memudahkan para pelaku industri kreatif untuk membangun jaringan wirausaha yang kuat. Untuk mempermudah akses komunikasi, Telkomsel telah memberikan layanan komunikasi yang dijamin bebas gangguan dengan kuatnya sinyal dan tarif yang cukup terjangkau. Bagi para pelaku industri kreatif yang dituntut untuk selalu meng-update perkembangan bisnis dan kreasi produk, serta selalu mengamati kompetisi usaha yang berkembang, Telkomsel juga memberikan layanan koneksi internet dengan akses cepat Telkomsel Flash.
Salah satu pelanggan Telkomsel yang juga pelaku industri kreatif di kota Yogyakarta, yaitu Lilik Adi Raharja, merasakan betul manfaat inovasi layanan seluler yang telah dipersembahkan oleh Telkomsel. Pemilik merk dagang kuliner “Beras Hijau” ini, telah setia dengan nomor Simpati-nya dalam mengembangkan bisnis kreatifnya berupa distribusi produk beras organik yang kaya akan mineral sehat. Sepintas, produk yang ia tawarkan “biasa saja” yaitu beras, makanan pokok orang Indonesia. Namun, ia menawarkan produk beras yang berbeda, yang menurutnya memiliki kadar gizi yang lebih tinggi. Tentu tidak mudah untuk mengembangkan branding seperti ini. Apalagi tingkat persaingan bisnis makanan pokok di Indonesia tergolong tinggi.
Menurut pengakuan Lilik, salah satu pihak yang besar andilnya dalam mengembangkan merk dagangnya adalah pelayanan Telkomsel dengan nomor Simpati yang dimilikinya sejak 6 tahun lalu. Ia mengaku setiap komunikasi yang ia lakukan via seluler selalu lancar tanpa ada hambatan apapun. Bahkan, ketika ia harus terjun ke pelosok desa untuk bertemu dengan para petani penanam beras, seperti di daerah Kulon Progo atau Gunung Kidul, ia tidak pernah kesulitan berkomunikasi alias sinyal selulernya selalu on terus. Selain itu, ketatnya persaingan usaha makanan pokok di Indonesia yang ia sadari, membuatnya termotivasi untuk memantau terus dinamika tingkat persaingan yang ada secara intensif. Oleh karena itu, ia juga memanfaatkan layanan internet yang disajikan Telkomsel melalui produk Flash-nya. Melalui layanan ini pula, Lilik juga memanfaatkan berbagai situs web dan jejaring sosial seperti Blog, Facebook, , dan lain-lain, untuk mempromosikan produknya. Saat ini Lilik Adi Raharja dengan “Beras Hijau”-nya yang bernaung di bawah label Green Agro Trade, yang juga hasil kreasinya, telah mampu membuat jaringan bisnis yang perlahan makin luas dan dengan omzet yang semakin besar pula.
Contoh pencapaian yang dicapai oleh Lilik Adi Raharja di atas, barangkali hanya salah satu potret keberhasilan anak muda yang mampu mengembangkan pikiran kreatifnya dengan dukungan salah satunya adalah layanan inovasi seluler Telkomsel. Masih banyak lagi contoh-contoh sukses yang baik langsung maupun tidak langsung mendapat support layanan yang cukup besar dari Telkomsel. Apa yang telah dicapai dan diberikan oleh Telkomsel selama 15 tahun ini patut diapresiasi yang sebesar-besarnya. Jargon “Inovasi Untuk Negeri” memang bukan jargon yang main-main, dan hal ini telah dibuktikan dengan nyata oleh Telkomsel. Telkomsel telah mengembangkan inovasi seluler yang mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam berkomunikasi untuk masyakarat Indonesia umumnya, dan segenap anak muda Indonesia yang bersemangat untuk terus mengasah kreativitasnya guna menghasilkan karya-karya yang besar manfaatnya bagi generasi yang akan datang. Maju terus Telkomsel…!
*)Reza Armanda (armanda_reza@yahoo.com) adalah mahasiswa Psikologi UGM Yogyakarta yang juga pemerhati perkembangan Industri Kreatif di Indonesia








Wah… artikel yang sangat sip sekali maz reza..
Artikel yang dapat menginspirasi saya untuk seantiasa berpikir kreatif sebagai anak muda.
Walau saya bukan pengguna Telkomsel, tapi saya salut dengan Telkomsel setelah membaca pengakuan dari Maz Lilik.
Tak acungin jempol deh buat Telkomsel….