Untukmu Pelajar !!!
Assalamu’alaykum
Sungguh menakjubkan urusan orang muslim.
Apabila diberi kenikmatan ia bersyukur, apabila ditimpa musibah ia bersabar.
Begitulah moto kita. Berdetak disetiap nadi kita. Melingkupi desahan nafas kita. Sehingga ia menjadi energi sekaligus penawar disetiap kondisi hidup kita.
Alhamdulillah, pujian bagi Allah atas nikmat iman, islam, persahabatan dan bersekolah. Nikmat yang terakhir terasa spesial bagi kita, dimana masih banyak teman sebaya kita yang bersemangat sekali untuk belajar, namun belum beroleh kesempatan yang sama dengan kita. Shalawat dan salam semoga senantiasa tersampaikan kepada Nabi yang kita cintai, yang kita teladani, Nabi Muhammad saw, berserta keluarga, sahabat danorang-orang yang setia mengikuti jalannya, termasuk kita (amin) fi yaumil qiyamah.
Masa remaja ialah salah satu masa terindah dalam hidup kita. Ada pembelajaran disana. Ada persahabatan disana. Suka dan duka ditanggung bersama. Ya, bersama. Tak ada ragu untuk merasakan kepemilikan diri ini bersama, karena memang kita makhluk sosial. Makhluk yang saling membutuhkan. Dengan saling membutuhkan, kita sedang belajar untuk memanusiakan manusia. Dan yang lebih penting lagi, kita sedang belajar menjadi manusia.
Hmm, mengapa dari tadi kata ‘belajar’ sering muncul yah? Karena memang masa kita ialah masa emas untuk beranjak dewasa dan matang dalam belajar. Kita belajar untuk mengubah mode pembelajaran kita menjadi ‘andragogi’/ pembelajaran cara orang dewasa. Kita akan lebih interaktif. Kita akan semakin haus dengan ilmu pengetahuan. Kalau belasan tahun terakhir (dari TK sampai sekarang) kita belajar banyak ilmu, maka kedepan perhatian kita akan tertuju pada ilmu yang kita sukai. Ilmu yang menarik bagi kita. Dengan alasan-alasan yang khusus bagi kita. Yak! Ini adalah saat kita untuk memilih dan menentukan, siapa diri kita. Lantas, apa hubungannya ilmu dengan jati diri?
Ilmu yang spesifik membuat kita menjadi pribadi yang unik dan spesial. Kita tidak diciptakan oleh Allah untuk menjadi manusia yang memahami segala hal dunia dan akhirat. Boleh jadi hanya sedikit saja ilmu yang kita kuasai, tapi memang itu sangat paham dengan itu. Dan dengan ilmu yang spesifik itu, kita menentukan siapa diri kita. Dan kemudian, apa kontribusi kita kepada dunia. Nah, hubungannya kontribusi dunia apa lagi?
Kita sudah memiliki ilmu yang spesifik kita kuasai. Dengan ilmu itu kita berkontribusi untuk dunia. Kemudian, amal shaleh kontribusi kita itu, menjadi tiket emas bagi kita untuk berkehidupan di akhirat dengan masa yang paaanjaaang. Dan surga menjadi harapan kita tempat berlabuh, Amin J
Sobat Quantum, bukan saatnya lagi kita hanya bermimpi kosong, dan mengharap agar kesuksesan jatuh dari langit. Saatnya untuk bangkit dari kondisi diam menjadi bergerak. Bermimpi dan beraksi. Aksi yang mengantarkan pada mimpi. Dan suatu ketika, kita akan mengatakan bahwa itu bukan lagi mimpi, tapi Aku Sudah Disini! J
Selamat bermimpi, selamat beraksi
***
Oleh : M. Bagus Kelana (Ketua Umum LKP2 Quantum Remaja)




